
Gambar hanya Ilustrasi
Pernahkah Anda mengalami momen canggung ini: Tamu sedang duduk manis di sofa ruang tamu yang estetik, tapi tiba-tiba uhuk-uhuk karena tersedak asap cabai yang Anda tumis di dapur? Atau mungkin Anda merasa risih karena tumpukan piring kotor terlihat jelas dari meja makan?
Inilah alasan klasik kenapa konsep Dapur Kotor (Wet Kitchen) dan Dapur Bersih (Dry Kitchen/Pantry) sangat populer di Indonesia. Budaya masak kita yang "heboh"—penuh rempah, santan, dan minyak—memang butuh space khusus yang "tahan banting".
Tapi, mari bicara jujur. Kita sedang menuju tahun 2026. Harga tanah makin gila, ukuran rumah atau apartemen makin mungil (halo, tipe 36!). Pertanyaannya: Masih perlukah kita memisahkan dua dapur ini, atau itu hanya membuang-buang ruang berharga?
Dulu, punya dua dapur adalah simbol status. Dapur bersih buat bikin kopi cantik dan pamer kabinet mahal, dapur kotor buat "perang" masak rendang. Tapi sekarang, tren mulai bergeser ke arah efisiensi.
Sebelum Anda memanggil tukang untuk membangun tembok pemisah, coba pertimbangkan hal ini:
Memisahkan dapur berarti Anda butuh dua set kitchen sink, dua area persiapan, dan mungkin dua kompor. Di rumah dengan lahan terbatas, ini bisa memakan jatah ruang yang seharusnya bisa jadi ruang keluarga yang lebih luas atau bahkan taman indoor.
💡 Tips Denahku: Masih ragu apakah rumah Anda muat menampung dua dapur? Jangan main tebak-tebakan. Buka fitur Editor Denah Lantai di Denahku. Gunakan mode Drag and Drop untuk menarik modul Kitchen ke kanvas. Coba buat dua versi: satu dengan penyekat, satu open plan. Lihat mana yang bikin rumah terasa sesak.
Dua dapur artinya dua kali lipat biaya finishing. Anda harus membeli keramik dinding (backsplash) untuk dua area, dua set kabinet atas-bawah, dan instalasi pipa air yang lebih rumit.
Seringkali klien saya kaget saat melihat angka di RAB. "Lho, kok mahal di perabot?" Ya jelas, karena Anda membuat dua "pabrik" makanan di satu rumah.
💰 Cek Dompet Dulu: Gunakan fitur Estimasi Biaya (RAB) di Denahku. Masukkan detail proyek Anda dan pilih kualitas "Standard" atau "Premium". Sistem kami akan menghitung perkiraan biaya untuk wilayah Anda. Bandingkan biaya bikin satu dapur besar vs dua dapur kecil. Selisihnya bisa buat beli sofa baru, lho!
Jika Anda merasa sayang membuang space tapi takut bau masakan menyebar, tren 2026 menawarkan jalan tengah: Dapur Hibrida dengan Partisi Pintar.
Alih-alih tembok bata masif, desainer kini lebih suka menggunakan:
Meski konsep Open Plan sedang naik daun, dapur kotor terpisah tetap relevan JIKA:
Salah satu kesalahan terbesar pemilik rumah adalah hanya membayangkan denah di kepala. "Ah, kayaknya muat kok," adalah kalimat paling berbahaya dalam renovasi.
Sebelum beli semen satu sak pun, lakukan ini:
Kalau Anda pengguna PRO Pass, Anda bisa puas-puasin cek 3D tanpa batas sampai ketemu layout paling pas. Kalau masih pengguna gratis, tenang saja, cukup sisihkan 7 Kredit untuk membuka fitur ini. Worth it banget daripada salah bongkar tembok!
Pada akhirnya, rumah adalah tentang kenyamanan penghuninya. Tidak ada aturan baku. Jika Anda jarang masak dan lebih sering pesan ojek online, satu Pantry cantik sudah cukup. Tapi kalau dapur adalah jantung rumah tempat resep rahasia keluarga diracik, mungkin dapur kotor adalah investasi wajib.
Yuk, mulai corat-coret denah dapur Anda sekarang di Denahku dan temukan jawaban yang paling pas buat gaya hidup Anda!
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang