
Gambar hanya Ilustrasi
Rumah tipe 90/180 adalah salah satu yang paling dicari, terutama oleh keluarga muda yang mendambakan keseimbangan. Dengan luas bangunan 90 meter persegi di atas lahan 180 meter persegi, Anda mendapatkan kelonggaran yang cukup untuk halaman, taman, atau bahkan kolam renang mini.
Tapi, di sinilah tantangannya: Bagaimana kita bisa menciptakan rumah yang terasa lapang, modern, dan sosial melalui konsep open plan, tanpa mengorbankan privasi total area kamar tidur dan ruang kerja?
Jika Anda merasa buntu saat menata ulang denah di atas kertas, santai saja. Kita akan bedah enam strategi arsitektur yang bisa Anda terapkan di denah tipe 90/180 Anda.
Pro Tip Denahku: Sebelum mencoba strategi ini, coba langsung gunakan fitur Editor Denah Lantai Denahku. Anda bisa memulai dengan Blank Canvas atau menggunakan template 90m² yang tersedia, lalu geser-geser ruangan tanpa harus menghapus coretan pensil. Hemat waktu!
Kunci dari desain tipe 90/180 yang sukses adalah zonasi yang cerdas. Kita harus memperlakukan rumah menjadi dua kutub yang jelas:
Kesalahan terbesar adalah menempatkan kamar tidur utama persis di sebelah ruang tamu open plan tanpa penyangga. Suara obrolan di malam hari akan langsung mengganggu istirahat Anda.
Mengingat luas bangunan 90m² sangat ideal untuk dua lantai (misalnya, 45m² per lantai), ini adalah cara termudah dan tercepat untuk memisahkan zona.
Jika Anda harus menempatkan kamar tidur di lantai dasar (misalnya untuk orang tua), jangan biarkan pintunya menghadap langsung ke ruang tamu. Gunakan koridor pendek sebagai penyangga.
Koridor ini tidak harus kosong. Anda bisa menjadikannya:
Jarak beberapa meter yang diciptakan oleh koridor ini sangat efektif meredam suara dan memberikan jeda visual.
Konsep open plan seringkali terlalu kaku. Bagaimana jika suatu saat Anda butuh ruang rapat mendadak atau ingin memisahkan ruang TV dari dapur yang berantakan?
Gunakan partisi yang tidak permanen untuk membatasi area sosial:
Setelah Anda menentukan jenis partisi, pastikan Anda bisa melihatnya secara nyata. Gunakan fitur Penampil 3D di Denahku. Fitur ini memungkinkan Anda memvisualisasikan denah 2D Anda ke model 3D. Jika Anda pengguna PRO Pass, aksesnya tak terbatas! Jika tidak, cukup gunakan 7 Kredit per proyek.
Di desain open plan, dapur sering menjadi pusat perhatian. Namun, aktivitas memasak berat (menggoreng, membakar) seringkali menghasilkan asap dan bau yang mengganggu ruang tamu.
Solusinya? Pisahkan dapur menjadi dua:
Lahan 180m² memberi Anda keuntungan besar. Manfaatkan sisa lahan di belakang untuk menciptakan transisi yang lembut antara interior dan eksterior, yang juga berfungsi sebagai zona penyangga.
Misalnya, buat area teras (decking) yang luas dan semi-tertutup. Teras ini menjadi jembatan antara ruang makan open plan dan kamar tidur yang mungkin berada di sisi belakang rumah. Teras memberikan jeda pandang dan suara.
Fokus pada view kamar tidur agar menghadap ke taman belakang, bukan ke area sosial rumah.
Jangan lupakan peran material. Area open plan bisa menggunakan lantai keramik besar atau ekspos semen untuk kesan lapang dan dingin. Sementara area privat (kamar tidur) sebaiknya menggunakan lantai parket atau kayu vinil. Perubahan tekstur lantai secara psikologis menandakan perpindahan zona.
Selain itu, gunakan pencahayaan yang berbeda:
Merancang denah tipe 90/180 dengan segala kompleksitas zonasi ini memang membutuhkan ketelitian. Tapi, Anda tidak perlu sendirian.
Jika Anda masih bingung harus mulai dari mana, Denahku hadir sebagai solusinya:
Menciptakan denah 90/180 yang harmonis antara keterbukaan dan privasi adalah seni. Dengan perencanaan yang matang dan bantuan teknologi, Anda pasti bisa mewujudkan rumah impian yang cantik sekaligus fungsional.
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang