
Gambar hanya Ilustrasi
Pernah nggak sih Anda merasa rumah yang dulunya terasa lega, tiba-tiba "menyusut"? Mungkin karena anak-anak mulai beranjak remaja dan butuh privasi, atau kebutuhan mendesak akan ruang kerja (WFH) yang tenang. Masalah klasik yang sering kita hadapi: butuh ruang lebih, tapi lahan sudah habis.
Jangan buru-buru berpikir untuk pindah rumah atau melakukan renovasi besar-besaran yang menguras tabungan. Seringkali, solusinya bukan pada menambah luas tanah, tapi pada seberapa cerdik kita memainkan layout interior.
Sebagai arsitek, saya sering melihat banyak sudut rumah yang sebenarnya "menganggur" tapi tidak disadari pemiliknya. Yuk, kita bedah 5 trik smart layout untuk menyulap rumah mungil Anda jadi punya kamar ekstra!
Jika Anda tidak bisa melebar ke samping, satu-satunya jalan adalah ke atas. Tapi, ini bukan berarti harus membangun lantai dua secara penuh (yang biayanya mahal dan butuh struktur beton berat).
Coba cek tinggi plafon rumah Anda. Jika tingginya di atas 3,5 meter, Anda bisa menyisipkan lantai mezzanine. Area ini sangat cocok untuk dijadikan kamar tidur anak atau ruang kerja privat.
Pro Tip Denahku: Ragu apakah plafon Anda cukup tinggi? Coba buat simulasi ruangan Anda di fitur Editor Denah Lantai kami. Setelah itu, gunakan fitur Penampil 3D untuk "masuk" ke dalam desain dan rasakan apakah ruangannya terasa sumpek atau lega. Ingat, kalau Anda pengguna PRO Pass, akses 3D ini gratis tanpa batas!
Banyak rumah lama memiliki ruang tamu yang terlalu luas atau lorong penghubung yang lebar namun kosong. Ini adalah "harta karun" properti Anda.
Anda bisa mengambil sebagian area ruang tamu untuk dijadikan kamar tidur tamu atau ruang belajar kecil. Kuncinya ada di pemilihan dinding. Jangan gunakan tembok bata yang tebal dan permanen. Gunakan partisi gypsum (drywall) atau kaca buram dengan rangka aluminium. Selain lebih hemat tempat (hanya setebal 10-12 cm), partisi ini mudah dibongkar pasang jika kebutuhan berubah.
Seringkali area bawah tangga hanya berakhir menjadi gudang berdebu tempat menumpuk kardus bekas. Padahal, dengan sedikit kreativitas, area ini bisa disulap menjadi compact bedroom (gaya kapsul) atau ruang kerja yang sangat nyaman.
Tantangannya biasanya ada pada bentuk yang miring. Anda perlu memesan furnitur custom agar pas dengan sudut kemiringan tangga.
Ini trik favorit saya untuk membagi satu kamar besar menjadi dua kamar kecil (misalnya untuk kakak beradik). Daripada membangun tembok pemisah yang memakan biaya dan tempat, gunakan lemari pakaian tinggi (floor-to-ceiling) sebagai pemisah.
Sisi satu berfungsi sebagai lemari untuk Kamar A, dan sisi belakangnya bisa dilapisi wallpaper atau cermin untuk Kamar B. Hemat biaya, hemat tempat, dan fungsional!
Terkadang, "menambah kamar" tidak berarti harus membangun dinding fisik. Anda bisa mengubah fungsi ruangan yang ada berdasarkan waktu. Ruang keluarga di siang hari bisa berubah menjadi kamar tidur tamu di malam hari dengan menggunakan Murphy Bed (tempat tidur lipat dinding).
Di Editor Denah Lantai Denahku, Anda bisa mencari item ini di tab Furniture. Coba drag-and-drop ke ruang keluarga Anda dan lihat apakah flow jalan masih nyaman saat kasur dibuka.
Ide-ide di atas memang lebih murah daripada membangun lantai 2, tapi bukan berarti tanpa biaya. Seringkali kita terjebak membeli material yang terlalu mahal atau salah hitung upah tukang.
Sebelum memanggil tukang, saya sangat menyarankan Anda menggunakan fitur Estimasi Biaya (RAB) di dashboard Denahku. Caranya gampang:
Sistem kami akan menghitung perkiraan biayanya secara otomatis. Jadi, Anda tidak akan kaget melihat tagihan di akhir proyek.
Menambah kamar di lahan terbatas itu seni menyeimbangkan kebutuhan dan kenyamanan. Jangan sampai demi satu kamar tambahan, sirkulasi udara di rumah jadi mati dan rumah terasa pengap.
Kalau Anda masih bingung mulai dari mana, coba deh pakai fitur Asisten Desain AI kami. Cukup ketik "Ubah ruang tamu 3x5 meter jadi ruang tamu kecil dan 1 ruang kerja," dan biarkan AI memberikan opsi layout awal untuk Anda (hanya butuh 2 Kredit!). Selamat mendesain!
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang