
Gambar hanya Ilustrasi
Pernahkah Anda masuk ke kamar si Kecil dan merasa ruangannya terasa "sumpek" atau berantakan, padahal barangnya tidak terlalu banyak? Atau mungkin, anak Anda sering mengeluh susah konsentrasi saat mengerjakan PR?
Jangan buru-buru menyalahkan ukuran kamar yang sempit. Seringkali, masalah utamanya hanya terletak pada tata letak perabot. Dua "raksasa" di kamar anak—lemari pakaian dan meja belajar—memegang kunci utama kenyamanan ruangan.
Sebagai arsitek, saya sering melihat orang tua meletakkan perabot hanya berdasarkan "di mana ada tempat kosong". Padahal, posisi yang tepat bisa meningkatkan fokus belajar dan kualitas tidur anak. Yuk, kita bedah cara menatanya tanpa harus bongkar tembok!
Kesalahan paling umum adalah meletakkan meja belajar di sudut tergelap kamar dengan alasan "biar tenang". Padahal, mata anak butuh pencahayaan yang baik.
Posisi paling ideal untuk meja belajar adalah tegak lurus dengan jendela. Mengapa?
Pro Tip: Jika anak Anda dominan tangan kanan, usahakan cahaya datang dari sebelah kiri agar tangan tidak menciptakan bayangan saat menulis. Coba simulasikan arah cahaya ini menggunakan fitur 3D View di Denahku sebelum memindahkan meja berat. Anda bisa melihat bayangannya secara virtual! (Ingat, fitur ini gratis tanpa batas untuk pemegang PRO Pass).
Lemari adalah benda paling masif di kamar. Jika Anda meletakkannya di dekat pintu masuk atau di samping jendela, kamar akan terasa jauh lebih sempit dari aslinya.
Tempatkan lemari di dinding terjauh dari pintu masuk atau di sudut yang tidak menghalangi jalur sirkulasi udara dan cahaya. Ini trik visual sederhana: saat mata kita melihat sudut ruangan yang "lega" dan terang, otak akan menerjemahkannya sebagai ruangan yang luas.
Bingung apakah lemarinya muat di sudut itu? Jangan main tebak-tebakan.
Buka Editor Denah Lantai di Denahku, lalu pilih kategori Furniture. Anda bisa men-drag and drop lemari, lalu gunakan fitur Rotate untuk memutar posisinya. Jauh lebih hemat tenaga daripada menggeser lemari jati sungguhan, kan?
Secara psikologis, penting untuk memisahkan area "kerja" (belajar) dengan area "santai" (tidur). Usahakan agar saat anak duduk di meja belajar, pandangan mereka tidak langsung tertuju ke kasur yang empuk. Godaan untuk rebahan itu nyata!
Jika memungkinkan, posisikan meja belajar membelakangi tempat tidur, atau beri sekat tipis (bisa berupa rak buku terbuka). Ini menciptakan micro-zoning yang efektif.
Kamar anak jaman sekarang rata-rata berukuran mungil (misalnya 3x3 meter). Jika lantai sudah penuh sesak dengan kasur dan lemari, ke mana meja belajar harus pergi?
Jawabannya: Ke atas.
Pertimbangkan penggunaan loft bed (kasur di atas, meja belajar di bawah) atau lemari built-in yang menyatu dengan meja. Di koleksi perabot Denahku, Anda bisa menemukan inspirasi item seperti ini di bagian Premium Furniture (hanya 1-3 Kredit per item) untuk melihat apakah gaya ini cocok dengan selera anak Anda.
Mungkin Anda tergiur untuk membeli set furnitur custom agar pas dengan ukuran kamar. Tapi, hati-hati boncos! Sebelum pergi ke tukang kayu atau toko furnitur:
Sistem kami akan membantu menghitung perkiraan biaya interior untuk wilayah Anda. Jadi, Anda punya patokan harga saat menawar ke vendor.
Menata kamar anak itu adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan mereka. Anda tidak perlu langsung membeli barang baru. Cukup geser posisi yang ada, dan rasakan perbedaannya.
Masih ragu? Coba dulu buat layout-nya di Denahku. Kalau hasilnya keren, jangan lupa klik tombol "Share" dan pamerkan karya Anda ke Community Feed kami untuk mendapatkan masukan dari pengguna lain (dan bonus XP tentunya!).
Selamat mendesain!
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang