
Gambar hanya Ilustrasi
Pernahkah Anda berdiri di depan lahan rumah (yang mungkin ukurannya 'imut', seperti 6x10 atau 6x12 meter) dan merasa bingung? Di satu sisi, Anda butuh tempat untuk memarkir kendaraan agar tidak mengganggu jalan umum. Di sisi lain, Anda tidak ingin rumah terlihat gersang karena seluruh halaman depan disemen habis untuk carport.
Ini adalah masalah sejuta umat di Indonesia. Kita sering terjebak berpikir bahwa di lahan sempit, kita harus memilih salah satu: punya carport luas TAPI rumah panas, atau punya taman luas TAPI mobil harus parkir di jalan.
Padahal, kuncinya ada pada proporsi dan ilusi visual. Mari kita bedah cara membagi zonanya agar rumah Anda tetap fungsional sekaligus estetik.
Sebelum bicara soal taman, mari kita bicara teknis sedikit. Kesalahan terbesar pemula adalah membuat carport yang "nanggung".
Untuk mobil jenis MPV standar (seperti Avanza atau Xpander), dimensi aman minimal adalah 3 x 5 meter. Jika Anda memaksakan ukuran 2,5 meter, pintu mobil akan sulit dibuka. Jika panjangnya kurang dari 5 meter, pagar rumah tidak akan bisa ditutup.
Pro Tip Denahku: Jangan cuma dikira-kira. Buka fitur Editor Denah Lantai di Denahku, lalu cari item mobil di tab "Furniture". Drag and drop ke kanvas denah Anda. Di situ Anda bisa melihat sisa lahan yang real untuk dijadikan taman.
Jika lebar muka tanah Anda adalah 6 meter, membagi area menjadi dua bagian sama besar (3m carport : 3m taman) adalah skenario paling ideal. Ini memberikan keseimbangan 50:50.
Namun, bagaimana jika lebar tanah hanya 5 meter? Tentu carport akan memakan 3 meter, menyisakan 2 meter untuk taman (proporsi 60:40). Apakah ini buruk? Tidak, asalkan Anda cerdik dalam penataannya.
Merasa sayang jika lahan habis untuk perkerasan beton? Gunakan material grass block atau paving rumput untuk lantai carport Anda.
Dengan cara ini, area carport secara teknis adalah tempat parkir (keras dan kuat menahan beban), tapi secara visual ia terlihat hijau dan menyatu dengan taman. Ini adalah solusi cerdas untuk membuat halaman depan terasa 2x lebih luas dan asri.
Seringkali denah 2D terlihat masuk akal, tapi begitu dibangun, hasilnya malah terlihat sumpek karena atap kanopi yang terlalu rendah atau pemilihan material pagar yang salah.
Di sinilah pentingnya simulasi. Gunakan fitur 3D View di Denahku. Putar model rumah Anda untuk melihat fasad depan. Apakah kanopi carport menutupi keindahan taman kecil Anda? Apakah kombinasi warna keramik carport bertabrakan dengan rumput?
Bagi pengguna PRO Pass, Anda bisa mengecek ini sepuasnya tanpa batasan kredit, jadi pastikan desainnya benar-benar matang sebelum memanggil tukang.
Membuat carport dengan kanopi estetik plus taman minimalis tentu butuh biaya. Jangan sampai budget membengkak di tengah jalan hanya karena salah pilih material atap (misalnya, nekat pilih kaca tempered padahal budget terbatas).
Gunakan fitur Estimasi Biaya (RAB) di Denahku. Masukkan detail proyek Anda dan pilih wilayah tempat tinggal Anda. Sistem kami akan memberikan gambaran kasar biaya struktur dan finishing untuk area depan rumah Anda. Anda bahkan bisa membandingkan harga antara kualitas Standard dan Premium.
Lahan terbatas bukan alasan untuk mengorbankan area hijau. Dengan proporsi yang pas, carport dan taman bisa hidup berdampingan dengan harmonis. Mulailah dengan membuat sketsa kasar di Dashboard Denahku sekarang, dan temukan potensi tersembunyi dari halaman depan rumah Anda!
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang