
Gambar hanya Ilustrasi
Anda sudah berjam-jam berkutat di Editor Denah Lantai Denahku. Dinding sudah pas, perabot sudah tertata, bahkan pencahayaan sudah diatur. Rasanya, ini adalah denah terbaik yang pernah Anda buat!
Tapi, saat tiba waktunya untuk mengekspor (export) file—untuk dikirim ke kontraktor, dibagikan ke pasangan, atau diunggah ke media sosial—hasilnya malah mengecewakan. Resolusi pecah, garis tidak jelas, atau yang paling mengganggu: ada watermark besar di tengah gambar.
Tenang, Anda tidak sendirian. Mengekspor denah bukan hanya soal menekan tombol ‘Download’. Ini adalah langkah final yang menentukan seberapa profesional dan mudah dibaca karya Anda. Sebagai Senior Editor di Denahku, mari kita bongkar tuntas cara “membungkus” denah Anda agar hasilnya rapi, jelas, dan siap tancap gas.
Sebelum Anda mengklik tombol Export, ada beberapa persiapan penting yang harus dilakukan:
Denah yang baik harus informatif. Pastikan semua dimensi utama—panjang, lebar ruangan, dan ketebalan dinding—sudah terlihat jelas di kanvas. Kontraktor atau tukang bangunan tidak bisa bekerja hanya dengan perkiraan.
Pro Tip Denahku: Gunakan fitur pengukuran otomatis di Editor Denah Lantai Denahku. Jika Anda menggunakan perabot premium (yang mungkin memakan 1-3 Kredit), pastikan peletakannya sudah final sebelum diekspor, karena perabot ini sangat memengaruhi estetika keseluruhan.
Untuk denah dan gambar teknis, format PNG jauh lebih unggul daripada JPG. PNG mempertahankan ketajaman garis dan warna solid tanpa kompresi yang merusak, membuat denah Anda terlihat jernih, bahkan saat dicetak besar.
Denahku dirancang agar proses export semudah mungkin. Ikuti langkah sederhana ini:
Ini bagian krusial yang sering ditanyakan pengguna:
Jika Anda adalah pengguna Denahku versi Gratis, hasil ekspor denah 2D Anda akan selalu memiliki watermark Denahku. Ini adalah cara kami melindungi hak cipta dan mendorong pengguna untuk mendapatkan pengalaman penuh.
Bagaimana cara menghilangkannya?
Jawabannya sederhana: Aktifkan PRO Pass Anda.
Upgrade ke PRO Pass Denahku adalah kunci untuk ekspor profesional. Dengan PRO Pass, semua gambar denah yang Anda unduh akan Bebas Watermark, memberikan kesan profesional saat diserahkan ke klien atau kontraktor.
Denah 2D sangat penting untuk teknis, tetapi manusia berpikir secara visual. Untuk meyakinkan klien atau sekadar mendapatkan gambaran nyata, Anda butuh tampilan 3D.
Denahku menyediakan fitur Penampil 3D yang dapat mengubah denah 2D Anda menjadi model tiga dimensi yang bisa diputar dan dijelajahi.
Sama seperti 2D, akses ke 3D juga memiliki aturan:
Denah yang rapi, visualisasi 3D yang indah—ini semua percuma jika Anda tidak tahu berapa biaya untuk mewujudkannya. Kontraktor dan bank akan selalu meminta RAB (Rencana Anggaran Biaya).
Denahku telah mempermudah proses ini dengan fitur Estimasi Biaya.
Anda akan melihat ringkasan biaya di layar. Nah, untuk proses ekspor dokumen RAB ini, ada perbedaan besar:
Jika Anda serius ingin membangun, mengunduh RAB adalah alasan terkuat untuk memiliki PRO Pass.
Terkadang, Anda hanya ingin memamerkan karya Anda dan mendapatkan masukan dari komunitas, bukan mencetak dokumen teknis.
Denahku menyediakan cara yang jauh lebih mudah daripada harus mengekspor gambar, mengunggah, lalu berbagi link satu per satu:
Setelah denah Anda selesai, klik tombol "Share" di toolbar atas. Anda bisa menambahkan judul dan deskripsi yang menarik, lalu klik "Publish to Community". Seketika, denah Anda akan muncul di Community Feed Denahku.
Dengan mempublikasikan, Anda tidak hanya berbagi, tetapi juga:
Mengekspor denah adalah penutup yang manis untuk proses desain yang panjang. Pastikan Anda melakukannya dengan benar, memaksimalkan kualitas gambar dan, jika Anda serius dengan proyek Anda, manfaatkan fitur PRO Pass untuk mendapatkan denah bebas watermark dan dokumen RAB yang profesional. Selamat mendesain dan berbagi!
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang