
Gambar hanya Ilustrasi
Kita semua mendambakan rumah Tipe 70 yang lega—tiga kamar tidur, ruang keluarga yang nyaman. Tapi, apa jadinya jika lahan yang Anda miliki bentuknya memanjang dan sempit? Ini adalah skenario umum di banyak perumahan baru di Indonesia.
Lahan yang panjang, katakanlah 8x15 meter, seringkali memaksa kita menata ruangan secara berderet. Dampaknya? Sebuah jalur sirkulasi yang panjang, gelap, dan terasa mencekik. Ya, kita sedang bicara tentang koridor.
Koridor yang tidak efisien adalah pemborosan ruang mati. Padahal, di Tipe 70, setiap sentimeter sangat berharga! Sebagai Arsitek di Denahku, saya akan membagikan lima trik jenius untuk menghilangkan kesan 'lorong' dan menyulap koridor Anda menjadi area yang fungsional dan estetik.
Secara naluriah, desainer (atau pengembang) akan menempatkan ruangan yang membutuhkan privasi (kamar tidur, kamar mandi) di sisi kiri atau kanan, sejajar dengan dinding luar. Ini menciptakan tulang punggung di tengah rumah—itulah koridor.
Tugas kita bukan menghilangkan koridor sepenuhnya, melainkan memperpendek, melebarkan secara visual, dan memfungsikannya. Ini kuncinya.
Koridor biasanya dimulai setelah ruang tamu. Untuk mempersingkatnya, cobalah gabungkan ruang-ruang publik di depan menjadi satu kesatuan (open plan).
Pro Tip Denahku: Bingung menata ulang tata letak open plan? Jangan khawatir! Coba gunakan fitur Editor Denah Lantai di Denahku. Anda bisa dengan mudah menyeret (drag and drop) dinding dan perabot untuk melihat seberapa jauh Anda bisa memperpendek koridor sebelum benar-benar membangunnya.
Koridor terasa sempit karena gelap. Solusi terbaik? Cahaya alami. Cahaya membuat ruang terasa lebih tinggi dan lebih lebar. Untuk lahan memanjang, ini tantangan, tapi ada solusinya:
Jika koridor harus ada, maka koridor harus bekerja. Ubah dinding koridor menjadi aset:
Ini adalah trik ilusi optik paling klasik. Cermin dapat menggandakan lebar ruangan secara instan.
Pasang cermin besar (setinggi langit-langit) di salah satu sisi dinding koridor. Pastikan cermin tersebut memantulkan sumber cahaya (jendela atau inner court) untuk efek maksimal. Hindari cermin yang langsung berhadapan dengan pintu kamar mandi, ya!
Selain cermin, gunakan dinding aksen. Beri tekstur atau warna yang berbeda pada dinding di ujung koridor. Ini memberikan titik fokus (focal point) dan membuat koridor terasa memiliki tujuan akhir, bukan sekadar jalan buntu.
Pintu ayun (swing door) membutuhkan ruang bebas di depannya saat dibuka. Bayangkan ada tiga pintu berderet di koridor sempit—saat dibuka, ruang jalan Anda langsung hilang.
Solusinya:
Trik-trik di atas mungkin terdengar bagus di teori, tapi bagaimana rasanya di dunia nyata? Anda tidak perlu menunggu kontraktor selesai bekerja untuk mengetahuinya.
Koridor adalah tentang perasaan kedalaman. Apakah terasa lega atau mencekik? Setelah Anda selesai menata denah 2D di Denahku, segera klik tombol "3D View".
Fitur ini memungkinkan Anda berjalan-jalan virtual (walkthrough) di koridor yang baru Anda rancang. Rasakan apakah cahaya dari skylight sudah cukup, dan apakah rak buku yang Anda tambahkan tidak membuat jalur terasa sempit. Pengguna Denahku PRO Pass bisa mengakses tampilan 3D ini tanpa batas, lho!
Jika Anda benar-benar kehabisan ide tentang bagaimana menata kamar mandi dan kamar tidur agar koridornya minimal, Denahku punya jalan pintas. Gunakan fitur AI Generate.
Cukup masukkan prompt seperti: "Denah Tipe 70, 3 Kamar Tidur, memaksimalkan cahaya alami di koridor tengah". Dalam hitungan detik, AI akan menyajikan tata letak optimal yang bisa Anda edit dan sempurnakan. Ini sangat menghemat waktu eksplorasi desain.
Perubahan desain, seperti menambahkan skylight atau pintu geser, pasti memengaruhi biaya. Sebelum Anda memfinalisasi, selalu cek Estimasi Biaya (RAB) di Denahku.
Anda bisa memilih Wilayah tempat Anda membangun dan Kualitas material (Economy, Standard, Premium). Denahku akan menghitung total perkiraan biaya konstruksi secara otomatis. Pengguna PRO Pass bahkan bisa mengunduh rincian RAB dalam format Excel/PDF untuk diserahkan ke kontraktor.
Lahan memanjang Tipe 70 memang menantang, tetapi tantangan arsitektur seperti inilah yang menghasilkan desain paling kreatif. Ingat, koridor di rumah Anda seharusnya menjadi jembatan yang menghubungkan ruang, bukan sekadar lorong yang harus dilewati dengan terburu-buru.
Mulai sekarang, lihatlah koridor Anda sebagai kanvas baru. Selamat mendesain dan mengubah rumah 'lorong' Anda menjadi rumah impian yang lapang dan bercahaya. Jangan lupa bagikan desain terbaik Anda di Komunitas Denahku!
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang