
Gambar hanya Ilustrasi
Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa sebuah desain ruangan di Instagram bisa terlihat begitu memukau, padahal perabotnya sederhana? Rahasianya seringkali bukan pada mahalnya sofa atau cat dinding, melainkan pada sudut pengambilan gambar (angle).
Sebagai arsitek, saya sering melihat desain denah yang sebenarnya brilian secara fungsi, tapi terlihat "biasa saja" saat dipresentasikan karena pengambilan sudut pandang 3D yang kurang pas. Visualisasi adalah kunci. Di Denahku, fitur Penampil 3D bukan sekadar pelengkap; ini adalah senjata utama Anda untuk "menjual" ide tersebut, entah itu ke klien, pasangan, atau sekadar pamer di Leaderboard komunitas.
Mari kita bedah cara mengambil shot terbaik dari desain Anda agar terlihat seperti karya profesional.
Kesalahan pemula yang paling umum adalah mengambil gambar dari sudut yang terlalu tinggi (seperti kamera CCTV). Padahal, manusia tidak melihat ruangan dari pojok atas plafon.
Agar desain terasa "hidup", turunkan kamera virtual Anda setinggi mata manusia (sekitar 150-160 cm dari lantai). Ini memberikan perspektif seolah-olah penonton sedang berdiri di dalam ruangan tersebut.
Meskipun eye level bagus untuk suasana, terkadang Anda perlu menunjukkan bagaimana satu ruangan terhubung dengan ruangan lain. Di sinilah sudut pandang mata burung (dari atas tegak lurus atau miring 45 derajat) berperan.
Angle ini sangat "menjual" jika Anda ingin menonjolkan efisiensi tata letak, misalnya menunjukkan bagaimana dapur open space Anda menyatu mulus dengan ruang keluarga tanpa terasa sempit.
Pro Tip Denahku: Jika Anda pengguna Gratis, membuka kunci tampilan 3D untuk satu proyek memakan 7 Kredit. Pastikan tata letak furnitur sudah final di editor 2D sebelum Anda "membakar" kredit tersebut. Tapi jika Anda berlangganan PRO Pass, akses ini gratis tanpa batas, jadi Anda bisa eksperimen angle sepuasnya!
Mengambil gambar tegak lurus menghadap satu sisi dinding seringkali membuat ruangan terlihat gepeng dan membosankan. Desain interior butuh kedalaman.
Cobalah memotret dari sudut ruangan (sekitar 45 derajat). Dengan cara ini, Anda akan menangkap dua sisi dinding dan lantai yang membentang, memberikan ilusi ruang yang lebih luas dan tiga dimensi. Ini trik klasik fotografi properti yang selalu ampuh.
Setiap ruangan pasti punya satu bintang utama. Di kamar tidur, itu adalah ranjangnya. Di ruang tamu, mungkin sofa L-shape atau coffee table unik yang Anda pilih dari koleksi "Premium Furniture" Denahku.
Jangan ragu untuk Zoom (gunakan roda gulir mouse) mendekat ke objek tersebut. Biarkan objek lain menjadi latar belakang yang sedikit kabur atau terpotong. Ini memberi tahu mata penonton: "Lihat ke sini, ini bagian terbaiknya!"
Di Denahku, rendering 3D otomatis memperhitungkan jatuhnya cahaya. Angle yang membelakangi jendela (backlight) bisa membuat ruangan terlihat gelap jika tidak hati-hati. Sebaliknya, memotret dari arah datangnya cahaya akan membuat tekstur lantai dan perabot terlihat lebih detail dan tajam.
Setelah menemukan angle yang pas, jangan lupa untuk mengekspor hasilnya. Sebuah gambar yang tajam tanpa gangguan visual akan meningkatkan nilai jual desain Anda secara drastis.
Bagi pengguna PRO Pass, Anda bisa mengunduh hasil capture 3D ini tanpa watermark. Bersih, profesional, dan siap cetak. Namun, pengguna gratis pun tetap bisa menghasilkan karya memukau untuk dibagikan ke fitur Community & Sharing.
Sekarang, coba buka kembali proyek "Rumah Impianku" di dashboard Anda, masuk ke mode 3D, dan cari sudut terbaik yang belum pernah Anda sadari sebelumnya. Siapa tahu, desain Anda yang berikutnya akan memuncaki Leaderboard minggu ini!
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang