
Gambar hanya Ilustrasi
Pernahkah Anda pulang kerja, masuk ke ruang keluarga, dan langsung merasa "sumpek"? Rasanya mau selonjoran saja susah karena terhalang meja kopi yang terlalu besar atau sofa yang memakan tempat. Tenang, Anda tidak sendirian.
Banyak dari kita berpikir solusi satu-satunya adalah pindah rumah atau melakukan renovasi besar-besaran dengan merobohkan dinding. Padahal, seringkali masalahnya bukan pada berapa meter persegi luas ruangan Anda, tapi bagaimana kita memanipulasi mata dan menata isinya.
Sebagai arsitek yang sering bermain dengan lahan terbatas, saya punya beberapa trik jitu untuk menyulap ruang keluarga mungil agar terasa lapang dan lega. Yuk, kita bedah satu per satu!
Ini adalah trik paling klasik, tapi paling ampuh. Warna gelap cenderung menyerap cahaya, membuat ruangan terasa lebih kecil dan intim. Sebaliknya, warna terang seperti putih, krem, abu-abu muda, atau pastel akan memantulkan cahaya.
Cobalah cat dinding Anda dengan warna putih bersih (off-white). Ini akan mengaburkan batas antara dinding dan langit-langit, menciptakan ilusi ruangan yang lebih tinggi.
Pro Tip Denahku: Ragu warna apa yang cocok? Jangan beli cat dulu! Buka fitur Editor Denah Lantai di Denahku, pilih ruangan, dan ganti tekstur dindingnya. Anda bisa melihat perbandingannya secara instan tanpa keluar uang sepeser pun.
Saat memilih sofa atau meja untuk ruang sempit, hindari perabot yang bentuknya boxy atau menempel langsung ke lantai. Pilihlah perabot yang memiliki kaki-kaki ramping (raised legs).
Mengapa? Karena ketika mata kita bisa melihat lantai di bawah perabot, otak kita akan menerjemahkannya sebagai ruang yang lebih terbuka. Semakin banyak lantai yang terlihat, semakin luas ruangan terasa.
Cermin bukan hanya untuk ngaca sebelum pergi kerja. Dalam desain interior, cermin adalah "jendela palsu". Menempatkan cermin besar di salah satu sisi dinding akan memantulkan cahaya dan pemandangan ruangan, memberikan efek kedalaman instan.
Kesalahan paling umum yang sering saya lihat: memaksakan sofa 3-seater besar masuk ke ruang tamu ukuran 2x3 meter. Hasilnya? Ruangan "tenggelam".
Gunakan perabot multifungsi atau yang ukurannya proporsional. Misalnya, ganti meja kopi besar dengan dua meja sisi (side table) kecil yang bisa digeser-geser. Atau, gunakan sofa bed ramping.
Bingung muat atau tidak? Sebelum membeli sofa mahal, coba drag-and-drop perabot di Koleksi Furniture Denahku ke dalam denah digital Anda. Anda bisa memutar (rotate) dan menggesernya untuk memastikan sirkulasi jalan tetap nyaman.
Terdengar aneh, kan? Logikanya, menempelkan perabot ke dinding akan memberi ruang di tengah. Tapi, seringkali ini justru membuat "area mati" di tengah yang tidak nyaman.
Cobalah tarik sofa Anda 5-10 cm dari dinding. Ruang napas (breathing room) di belakang perabot ini menciptakan bayangan yang memberi kesan kedalaman visual. Ruangan jadi terasa tidak kaku.
Seringkali kita punya ide di kepala, tapi saat diterapkan hasilnya zonk. Di sinilah teknologi membantu kita. Jangan hanya membayangkan, tapi lihatlah secara nyata.
Anda bisa menggunakan fitur Penampil 3D (3D View) di Denahku. Setelah menata layout 2D, klik tombol 3D View untuk "berjalan-jalan" di dalam desain ruang keluarga baru Anda.
Bagi Anda pemegang PRO Pass, fitur ini bisa diakses tanpa batas. Tapi jika Anda pengguna gratis, cukup gunakan 7 Kredit untuk membuka tampilan 3D proyek tersebut. Investasi kecil untuk menghindari kesalahan beli perabot jutaan rupiah, bukan?
Jika trik di atas mengharuskan Anda membeli perabot baru atau mengecat ulang, pastikan dompet tetap aman. Gunakan fitur Estimasi Biaya (RAB) di Denahku.
Tinggal masukkan lokasi kota Anda dan kualitas material (misalnya: Standard atau Premium), sistem kami akan menghitung perkiraan biayanya secara otomatis. Jadi, impian ruang keluarga lapang bisa terwujud tanpa bikin kantong bolong.
Nah, ruang sempit bukan berarti harus menderita, kan? Dengan sedikit kreativitas dan bantuan alat perencanaan yang tepat, ruang keluarga mungil Anda bisa jadi tempat paling nyaman di dunia. Selamat mencoba menata ulang!
Coba fitur AI Generate, drag-and-drop, dan RAB yang bisa diedit langsung di Denahku.
Coba Sekarang